Tampilkan postingan dengan label OOT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OOT. Tampilkan semua postingan

20 September 2009

I guess, this is the REAL proper "Inglish" (indonesian english)?

it reads : "Chusus Timbangan Orang"

chusus? never heard of it before... usus kali ye maksudnya?

1 September 2009

"September Rain"


"I can smell the rain is coming near."


------------------------------------

ibu: "tadi ada ulangan apa?"

anak: "akuntansi"

ibu: "gak bisa ya?"

anak: "bisa."

ibu: "brapa? 60 dapet gak?"

anak: "90."

ibu: "gampang banget ya ulangannya?"

anak: "engga, mayan susah."

ibu: "loh kok kalo susah bisa 90?"

manteb kan? detik itu juga, gw nyadar kalo ortu gw gak pernah ada ekspektasi tinggi dari diri gue.

soalnya dulu pas sd, rapor selalu kebakaran, di smp juga kebakaran terus. kelas 1 sma juga terus kebakaran rapot ampe tu rapot jadi gundul...nilai item tuh uda kayak penyakit langka
1: 100.000.000.000.000 in a chance. dan untung aja pas TK blom ada rapot....ah? apa uda ada ya? entah deh.. yg jelas, kalo di rapot TK, ga ada tulisan kyk gini kan...

Fisika.............................63 (padahal skbm 65)
Matematika...................
17 (wtf !!!)
Kimia.............................64
(padahal skbm 65)

dan dari semua nilai-nilai merah itu...nilai matematika lah yang jelas-jelas jadi "Guest Star"-nya....

jadi kalo gw dapet nilai bagus, bonyok ya bisa bingung sendiri....

"kamu nyontek yah?"
"ja ampoen, ja engga lah!"

tiba-tiba aja kelas 2 nilai gw uda mulai loncat-loncatan kyk anak main trampoline sampe sekarang kelas 3.
(eh tapi maap aja yah, mat gue nilainya uda naik, jadi sekitar...............................................43 -_-".)
and i love it that they still dont have high expectations in me.

in conclusion:
i prefer that (underrated) condition rather than this (overrated) scenario

-------------------------------------------

ibu: "tadi ada ulangan apa?"

anak: "akuntansi"

ibu: "bisa?"

anak: "bisa."

ibu: "brapa? 100 dapet gak?"

anak: "90."

ibu: "susah banget ya ulangannya?"

anak: "engga terlalu."

ibu: "kalo gitu harus 100 dong."

anak: "ya udah lain kali blajar lagi."


thanks God that i had quite a LOT of bad score in early grades.

(all of this are completely my honest opinion, and you can still have different one lol..)

wow gempa..?

23 Agustus 2009

Randomness.

Kemaren ane naek metromini ke arah tanah abang, gak sengaja gw denger celetukan ibu2 gan yang sangat kesal dengan kernet nya, Kenek metromini yang udah penuh sesak, masih aja teriak2," tanah abang... tanah abang...kosong...kosong..."

Seorang ibu kesal," udah sempit nih bang, kita udah pada sesak napas nih...!"

"kalo mo lega naik taksi aja bu...." teriak kenek gak sopan.

Gak lama kemudian, ketika tuh kenek narikin ongkos, eh si ibu cuma bayar lima ratus perak, giliran si kenek teriak,"kurang nih bu... dua ribu dong..."

"Kalo mo uang lebih, narik taksi aja bang"

Kenek,"...???!!!

Source : here


btw, just watched Discovery Channel... and it was amazing..

attractiveness... 20 years ago, it would be still considered a subconscious, incalculable factor, but now, as the science growing at blitzkrieg pace....they already know what kind of biological factors that makes you attracted to certain men/women. your chemistry can now be predicted and calculated! the brain of human... the start and the end.

18 Agustus 2009

cerita-cerita-cerita dan cerita.

"as long theres other people around you, actually you will never run out of stories"

believe me, one day you will think twice, and realize, that life maybe ain't that simple, or small.
_____________________________________________________________________

oke, gw mau cerita satu bagian kecil (bener-bener kecil) dari hidup gw yang baru 16 tahun ini..., bahwa ternyata kehidupan itu gak sesimpel otak udang (otak udang aja rumit woi!)

dulu, sewaktu gw masih sekolah di daerah kebayoran baru sana, sedangkan rumah gw di daerah pasar minggu, seringkali gw naik bis kota. bis kota metromini nomor 75, angkutan umum yang jutaan orang di jakarta pakai setiap harinya.

setiap kali gw naik bus itu, gw biasanya pilih tempat duduk paling depan, samping supir. satu hal yang gw mau cerita bahwa duduk di samping supir itu gak sesimpel yang orang lain biasa lihat.

duduk di samping supir tepatnya ya di paling depan itu, kalo beruntung, maka bis itu bakal punya satu set sound system di bagian depan atas, tepat diatasnya supir itu duduk. biasanya sound system itu besar-besar, biasanya dihiasi dengan amat meriah. (biar supir kaga bosen kali ya)

dentuman dari lagu-lagunya samar-samar, namun sensasi bass-nya lah yang terasa kalo bus itu jalan. bunyi mesinnya nyaris menutupi melodi dari lagunya. gw rasa, lagunya baru bisa terdengar kalo bus itu lagi ngetem nyari penumpang, atau sedang berhenti nungguin lampu merah, (yang kadang belom kuning aja mereka uda tau bahwa lampu akan segera hijau.....dan tancap gas. mereka bagaikan cenayang-cenayang lampu merah.)

ada lagi, bahwa gw sering ditawarin koran lampu merah (sekarang uda ganti nama jadi lampu hijau ya?) sama supirnya, atau ada cerita tentang teman supir yang nebeng bus-nya, lalu ngobrol sesuatu yang kedengarannya asik, namun sulit dimengerti, karena umumnya mereka berbicara dengan logat madura, batak, ataupun bahasa daerah lainnya, yang secara tidak langsung akan sulit dimengerti oleh orang awam. mengingat apalagi mereka berbicara ditengah bus itu berjalan menggunakan mesinnya yang berbunyi "ngggGGroooAAAAARRRnngGGG...", dan kenek terus menerus mengucapkan "minggu, minggu minggu...!!!"

gak cuma itu, gw jg bisa jabarkan keuntungan yang didapat dari naik bus kota duduk paling depan:

1. setidaknya lagu dari sound system yang dimiliki bus itu paling jelas terdengar dari posisi itu.

2. bisa ngobrol-ngobrol sama supirnya (haha inget, kenal supir bus, berarti bisa denger ceritanya si supir walau 98% penelitian mengatakan, bahwa ceritanya gak bakal kedengaran karena tertutup berisiknya bus)

3. pandangan paling leluasa jauh ke depan

4. ingat, para pencopet bakal mencoba menghindari mencopet atau mensilet tas/ dompet anda yang duduk di paling depan, karena faktor "gak enak sama si supir yang mungkin dia kenal juga sebelumnya". tapi mau gimana juga, loe tetep harus waspada lah haha.

5. dan setelah bertahun-tahun naik bus kota, gw nyadar, kalo selama gw dapet tempat duduk paling depan itu, gw jarang banget dimintain uang oleh para pengamen yang naik ke bus itu. (mungkin karena mereka malas ke depan)

dan kerugiannya.....

1. kalo apes dan kecelakaan dari depan (jangan sampe deh haha), biasanya matinya duluan

2. kalo temen supirnya yang nebeng bisnya itu ternyata keringetan banget dan baunya WUIHH... bikin tiba-tiba bersin terus pilek tiba-tiba gitu deh.

Seating Location and Information for METROMINI / KOPAJA / BIS SETENGAH

Kursi no. 1,2 gak gitu enak buat yg ga ada dangdutannya. udah pasti kena sinar matahari, klo punya gangguan jantung, pas supirnya suka ngerem mendadak, ato gak nyempil-nyempil sempit, jadi ngeri sendiri

Kursi no 3,4 lumayanlah, cuman agak sempit biasanya

Kursi X = kursi panas, klo lagi ujan ato malem-malem enak, anget, klo pas siang hari, bujug deh panas banget, tapi daripada gak duduk, kasih alas aja, jadi lumayan (tapi gw kasitau aja, ini sebenernya bukan KURSI!!! tapi sebenernya ini adalah tutup mesin yang datar, yg biasanya kalo uda mepet banget baru deh didudukin!! makanya panas. iyalah, bawahnya mesin gitu!).

Kursi no. 5 s.d. 24 adalah kursi yang standar, lumayanlah

Catatan: kursi 7 & 8 enak tuh, bisa cepet turun, banyak angin, bisa liat-liat pemandangan bagus & bening, apalagi klo yg naik pake tanktop. trus daerah ini paling jelas buat dengerin lagu dari pengamen yg naik ke bus.

Kursi no. 25 s.d. 27 gak terlalu enak, suka loncat-loncat, hati-hati di kursi 26, gak ada pegangan, klo loncat bisa kluar bis lho ...

Kursi no. 28-29 gak enak, nyempil, gampang dikompas klo duduk disitu



itu baru cerita dari sebagian yang sangat kecil dari kehidupan seseorang. kebayang gak berapa banyak lagi yang loe bisa dapetin hanya dengan mengenal kehidupan orang lain?


dan saat ini, siapa yang tau tentang cerita-cerita yang dimiliki orang lain, beratus-ratus kilometer dari loe, yang sekarang mereka lagi duduk di depan komputer, ngebacain blog-blog, entah blog-nya punya siapa, entah mbacanya sambil duduk, berdiri, jongkok, lesehan, sambil nyambel, sambil ngulek bumbu kacang, ato gak sambil squat jump aja skalian?

life is worth discovering.

11 Agustus 2009

sebuah thread di forum indonesia pernah membahas demikian....

------------------------------------------------------------------------------------------------
Pak Zaenudin MZ pernah bilang...

... masyarakat kita itu seperti daun-daun kering, gampang dikumpulin, susah diikat, berisik dan gampang dibakar.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

sad to realize... that's the truth.sad

21 Juni 2009

This is why the skeptics wont believe in ghosts?

untuk menjelaskannya, coba dilihat dulu gambar dibawah ini. mungkin ada yang pernah coba atau lihat sebelumnya, tapi inilah yang jadi dasar dari penjelasan tadi.




Apabila Anda melihat gambar ini berputar searah jarum jam, berarti Anda lebih banyak menggunakan otak kanan Anda, begitu juga sebaliknya.

Nah setelah itu fokus (lihat ke arah bayangan kakinya, atau kakinya, dan coba perintahkan untuk berubah arah ke kanan atau ke kiri)
dan cobalah merubah arah putaran untuk memberikan kesempatan kepada bagian lain otak Anda untuk bekerja. Ayo… mari dicoba..dicoba!


(kalau ada yang gak berubah2 rotasinya, brarti anda kebanyakan make otaknya sebelah kali yeh? soalnya gw pertama kali liat jg kaga brubah2 ampe 10 menitan... gw pikir.. ah boong nih bisa berubah2.)

Ternyata 5 menit kemudian....



"HAH?! ternyata bisa?"

Nahlo, ternyata rotasi gambarnya berubah kan!

Seperti judulnya, percaya kan kalo sebuah gambar yang anda lihat itu bukan selalu apa yang anda yakini (tadinya anda melihat gambar ini berputar searah jarum jam, atau sebaliknya, lalu berubah menjadi tidak searah jarum jam, atau sebaliknya). dan percaya juga kan kalau misalnya anda melihat setan lewat gitu (misalnya), tidak tertutup kemungkinan bahwa itu hanyalah merupakan ilusi yg diciptakan oleh otak, yang diterjemahkan sebagai bentuk keinginan anda melihat hantu.

dan atas dasar ini, kebanyakan orang-orang skeptis tidak mempercayai yang namanya mahkluk halus (logical over perception). mereka menganggap bahwa penglihatan atas hantu itu sama seperti halnya sebuah fatamorgana. dimana dalam keadaan yang begitu lapar dan haus, secara tidak langsung, otak menerjemahkan keinginan yang begitu mendalam tersebut dalam bentuk sebuah gambar, sebuah gambaran yang bisa yang sepertinya kita lihat. tapi ternyata tidak nyata dan hanya merupakan gambaran tidak nyata yang di dalam otak (laten).


jadi, kalau lain kali anda mengaku lihat hantu di mall/pusat belanja macem mangga dua pada jam 12 siang gitu, pikir 2 kali dulu deh... siapa tahu itu gara2 tadi anda abis nonton film seram?


but in the end.. i really, really dont wanna make you skeptical or whatsoever, but i'm just trying to share my thoughts, about understanding another people. and yet, it doesnt hurt right, to know about these things?

29 April 2009

last thing.

di hari trahkir bulan april, gw tadi nemuin kertas isinya alamat2 blog temen sekelas smua di tas gue -dunno, it came from nowhere-. isinya alamat blog tmen gw dari nomor absen 1 sampe nomor 36 (bahkan blog guru gue juga ada disitu -isinya tugas smua-) nah gw bukain dah tuh blog-blog tmn gw satu per satu.. oh smuanya cuma ngisi tugas doang. gak banyak yg ceritanya berlanjut sampe hari berikutnya. 1st entry gw kyknya berlaku buat mereka smua.

but well thats nothing compared what i've found on one of my friend's blog entry.

guess what?

a story about what happened on the way to baduy trip, and the outstanding marcel's trip to baduy.

2-2nya anjrit seru banget kyknya, gw baca critanya aja ngerasa gw pengen balik ke desember 2008 itu dan ikut kesana, walaupun cuma perjalanannya aja!! tapi itu gak mungkin, karena gw uda milih pas 2008 dec taun lalu itu buat nghadirin graduation kk gue di melben...

but surely, i wont regret anything, even because i cant go with my friend on that -maybe- once a lifetime travel experience(but later, i realized nothing ever repeated twice in the same condition and way) i've made my decision and it was right. nothing should be ashamed of or should be regretted for, because anyone that's die worrying about tommorow OR keep regretting what's happened in the past doesnt deserve to live.