Tampilkan postingan dengan label Geography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geography. Tampilkan semua postingan

31 Juli 2009

great cartographers made this before satellite even exist.

Mari kita lihat-lihat sedikit tentang proyeksi peta yang dibuat oleh para ahli kartografer dan ahli matematika yang ternyata sudah ada sejak jaman baheula kala....



Ini adalah proyeksi peta dunia yang dibuat oleh seorang ahli astronomi dan matematika, bernama Karl/Carl Brandan Mollweide (1774 – 1825) pada tahun 1805.
______________________________________________________________

Berikut, adalah sebuah proyeksi peta dunia yang berbentuk hati, yang dibuat oleh seorang kartografer, dan seorang ahli matematika berkebangsaan Perancis, bernama Oronce Finé, atau disebut juga Orontius Finnaeus. Selain proyeksi peta dunia, ia juga membuat sebuah proyeksi peta benua ke 6, yaitu antartika.
Proyeksi peta antartika, pada gambar ke:

Gambar 1 – Peta Oronteus Finaeus tahun1532 di belahan bumi selatan

Gambar 2 – Oronteus Finaeus menggambar kembali proyeksi modern peta kutub itu

Gambar 3 – Peta modern Antarctica

Peta ini ditemukan di Perpusatakaan Congress, Washington DC di tahun 1960 oleh Charles Hapgood. Bertuliskan “ digambar oleh Oronteus Finaeus tahun 1531”. Hampir sama persis dengan pemetaan Piri Reis, Antarctica ditunjukkan dengan es yang bebas mengalir seperti sungai, pola pengeringan dan coastline.

Peta Oronteus Finaeus lebih akurat dibanding peta yang lain pada waktu itu. Sesungguhnya, lebih akurat dibanding peta manapun yang dibuat sampai ke tahun 1800.

Oronce Finé
Born December 20, 1494
Briançon, France
Died August 8, 1555
Paris, France
Residence Flag of France France
Nationality Flag of France French
Fields Cartography, mathematics,

_____________________________________________________________

[equal-area cylindric] proyeksi peta oleh Arno Peters, seorang sejarawan amatir, membuat sebuah peta berdasarkan pada proyeksi ortografis milik James Gall pada tahun 1967 dan mempublikasikannya pada tahun 1973 sebagai "penemuan baru."
___________________________________________________________________

Dan yang terahkir adalah sebuah proyeksi peta Werner. Ini adalah proyeksi peta tipe equal area berbentuk hati, mirip dengan proyeksi peta milik Finaneus diatas. Proyeksi peta ini kadang-kadang juga disebut proyeksi Stabius-Werner/Stab-Werner. Nama dari proyeksi peta dunia ini, diambil dari nama 2 orang, yaitu Johannes Werner (1466 – 1528), dan versi yang lebih baik dari proyeksi peta ini, dikeluarkan dan dipromosikan oleh Johannes Stabius (Stab) sekitar tahun 1500.
___________________________________________________________________

source taken from here, and here.

30 April 2009

Ada Apa Di Sekitar Pantai Kita? [GEOGRAFI]


"Mangrove Forest", yang telah tumbuh lebat dan hijau.

Kondisi Mangrove di sekitar ekosistem pesisir pantai.
Beberapa jenis tumbuhan dan kondisi hutan mangrove, yaitu :

üntuk Mangrove yang dibatasi oleh inlet yang menjadi sumber air tawar, secara litoral hingga batas yang masih dipengaruhi air asin (Desa Tamanjaya, Cigenter, beberapa pulau kecil di Handeueluem) dengan jenis Rhizophora apiculata dan Bruguiera parvifolia.

üntuk Mangrove yang berada pada perairan yang bersalinitas tinggi (salty water) secara permanen / temporer maka jenis Sonneratia alba dan Bruguiera sexangula muncul pada substrat berpasir sedangkan Rhizophora apiculata pada substrat berlumpur.

üntuk Pada perairan bersalinitas tinggi stagnan dengan daerah yang digenanginya temporer maka jenis Rhizophora apiculata dan Avecennia marina tumbuh pada substrat lumpur.

üntuk Pada tanah hitam atau sedikit berlumpur tumbuh jenis Aegiceras corniculatum, Acanthus ilicifolius, dan Lumnitzera racemosa.

üntuk Pada area yang jarang tergenang maka jenis Heritiera litoralis dan Acanthus ilicifolius akan lebih banyak terlihat.

"Padang Lamun", yang hijau dan seperti padang rumputnya-laut.


"Swamp filled with mangroves", terbukti manjur sebagai mekanisme anti abrasi pantai.


"Seaweed", merupakan rumput laut yang multifungsi, bisa dipakai sebagai obat, makanan, dll.


"Soft Corals", salah satunya diberi nama Kipas Gorgonia.



"The early life of mangrove trees", berupa tunas/biji pohon mangrove muda.



"One of many types of Corals and Soft Corals", yang bentuknya begitu indah dan menarik.




Sedikit penjelasan mengenai jenis-jenis mangrove yang ada di sekitar pesisir pantai:

Tumbuhan Mangrove merupakan ciri khas wilayah pesisir dengan ekosistem yang sangat komplek. Karena berada di peralihan antara perairan laut, perairan tawar dan ekosistem terestrial, maka kawasan mangrove dapat memberi dukungan keragaman jenis flora dan fauna yang memiliki fungsi yang amat penting baik secara ekologis, sosial maupun ekonomis serta mendukung kehidupan masyarakat yang berdiam di wilayah pesisir. Peran dan fungsi hutan mangrove antara lain sebagai tempat tinggal sementara atau tetap, mencari makan, bereproduksi, memijah, dan membesarkan anak bagi beberapa biota yang berasosiasi dengannya. Hutan mangrove juga berperan sebagai peredam pemanasan global, gudang plasma nutfah serta pelindung pantai dari hempasan gelombang.

10 April 2009

Sesuatu Tentang Efisiensi. (GEOGRAFI)

-gunakan seperlunya, seoptimal mungkin.

Sumber daya alam di sekitar kita senantiasa digunakan dan dimanfaatkan, yang tujuannya untuk membuat kehidupan kita senantiasa lebih baik dan lebih mudah. Tapi, seringkali kita mengalami, bahwa dalam pemanfaatannya, kita harus mengorbankan begitu banyak hal. Setidaknya 2 hal penting dalam kehidupan kita saat ini.

Pertama, adalah ketika kita memilih untuk memanfaatkan sda tertentu, maka kesempatan kita untuk menggunakan tempat tersebut untuk potensi lain yg dimiliki pada tempat tersebut, otomatis tertutup dan tidak dapat digunakan. Contohnya, ketika pada sebuah lahan yang subur, digunakan untuk pembangunan perumahan, maka kita kehilangan kesempatan untuk melakukan aktivitas pemanfaatan SDA, baik berupa perkebunan atau pertanian pada tempat yang tadi kita pilih sebagai tempat membangun perumahan.

Kedua adalah lingkungan itu sendiri. Ketika ada pemanfaatan SDA berupa pertambangan maupun industri skala besar, yang jelas-jelas hanya mau mengambil tanpa mau merawatnya kembali pada umumnya. maka bukan tidak mungkin efek samping yang ditimbulkannya akan menganggu stabilitas ekosistem di tempat itu.

Pembalak hutan liar, yang terus menggunduli hutan Indonesia di Kalimantan, sebuah gambaran yang amat menyedihkan. Pohon-pohon itu terus ditebangi, yang tujuannya apa lagi kalau bukan masuk kantong-kantong pribadi, pribadi-pribadi yang rakus tanpa logika maupun hati nurani. Bahkan, mereka rela membunuh gajah-gajah patroli di hutan-hutan lindung di Indonesia demi pembalakan hutan illegal yang lebih lancar.

Jika tujuannya bukan sekadar kebutuhan semata, tapi sudah menjurus kepada unsur keserakahan manusia yang tidak ada habisnya. Kalau sudah begini, namanya bukan pemanfaatan lagi, melainkan eksploitasi lingkungan dan SDA.

Sudah saatnya kita menyadarkan orang-orang masa kini, bahwa pepatah yang dituliskan pada tahun 1897, oleh seorang bangsawan Inggris, yang muncul karena maraknya keserakahan para kaum bangsawan atas SDA yang ada di tanah-tanah jajahannya. Isinya kira-kira seperti ini: " The world can satisfy our needs, but not our greed. " Yang berarti bahwa dunia tentunya bisa mencukupi kebutuhan kita untuk hidup, tetapi tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keserakahan manusia yang tidak ada habisnya.

Pemanfaatan SDA, yang mementingkan profit semata, atau unsur praktisnya saja, telah membuat kita semua menjadi buta, dibutakan oleh nafsu material semata.
Sudah saatnya kita membuka mata, kita sudah melakukan begitu banyak pengorbanan untuk memperoleh hasil dari SDA, mengapa tidak mulai dari sekarang kita memanfaatkan SDA yang tujuannya untuk mempermudah kehidupan kita itu semaksimal mungkin?

Haruskah setiap orang punya kendaraan pribadi- yang notabene penghasil polusi yang cukup besar peranannya di dalam proses penggelembungan gas CO2 di atmosfer, yang membuat bumi terasa semakin panas, dari hari ke hari. Mulai dari sisa pembakarannya, sampai gas freon yang dilepaskan ke udara setiap detiknya agar kita yang didalam mobil tetap merasa sejuk?

Cobalah gunakan transportasi umum, jangan pikirkan kenyamanannya saja, tapi pikirkan, apa yang bisa anda sumbangkan buat bumi kita ini, agar ia bisa bertahan lebih lama dan mempertahankan kondisinya, kondisi yang cocok untuk manusia agar kita terus dapat tinggal diatasnya tanpa harus memikirkan apakah nanti manusia harus migrasi ke planet lain?

Bayangkan saja, jika pada pemanfaatan SDA yang sewajarnya saja kita harus mengorbankan begitu banyak hal berharga, apalagi jika ketamakan manusia sudah masuk didalamnya. Bukan tidak mungkin jika kita harus mengorbankan satu hal lagi : kehidupan. Baik itu kehidupan dari manusia, maupun flora dan fauna di dunia ini. Jadi akankah kita membiarkan semua ini terus terjadi?

"live your life like you'll never live it twice, do the best you could do, so in the end, you wont have to regret what you've done in the old days."-Robin K XIS2/31-

NOTE: Seluruh isi dari ARTIKEL ini, terjamin keasliannya dan orisinalitas-nya, tanpa unsur plagiarisme, dan murni ungkapan keprihatinan TS(Thread Starter) atas pemandangan-pemandangan tandus di daerah yang dulunya begitu sejuk dan hijau (gak ada unsur copas kecuali quotation-quotation yg gak mungkin murni pemikiran gw -ya iyalah- ).
Daerah puncak aja uda gak sedingin dulu, bandung aja uda panas bener, pdhl dulu pas gw masih sd, bandung kalo siang pun anginnya enak bgt, sejuk2, skrg? cobain aje ndiri kalo siang uda kyk apa.